CHIGI


CEK

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

SEOGI ( KUDA2 )


CEK

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

CARA MEMAKAI SABUK


CEK

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

WARMING UP N COOLING DOWN


biasa dan sedang menyesuaikan. baiknya tetap latihan secara rutin sehingga nantinya setelah terbiasa otot akan terbiasa

Yg harus diwaspadai kalau sakit tidak hilang2 setelah 3 hari, jika ada lebam2, atau jika ada jaringan yg menonjol, atau jika rasa sakit yg dirasa itu rasa nyeri bukan ngilu. Kalau ini yg terjadi baiknya dikonsultasikan ke pelatih atau dokter

sekedar tips utk mengurangi pegal2 setelah berlatih
1. biasakan melakukan pemanasan sebelum mulai latihan
2. biasakan bergerak sesuai alur mekanika gerak tubuh
3. jangan terlalu memaksakan penarikan otot secara berlebihan dan mendadak, misalnya kalau latihan split jika selangkangan sudah terasa tidak nyaman jangan terus dipaksakan ditekan kebawah, cukup ditahan pada posisi tidak nyaman tersebut, jika sudah mulai terbiasa baru boleh ditekan kebawah perlahan lagi. PS: bedakan antara rasa tidak nyaman dan sakit
4. selesai latihan biasakan lakukan pendinginan
5. istirahat cukup dan makan makanan bergizi utk membantu pemulihan

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

BEDA WTF DAN ITF


Taekwondo(termasuk WTF) dan Taekwond-do ITF dulu pernah bersatu lalu berpisah. Masing2 memiliki pandangan dan versi masing2 baik teknik, filosofi dan sejarah mengenai Taekwondo

Pihak Taekwondo memandang Taekwondo sebagai beladiri nasional Korea yang telah ada cikal bakalnya sejak dahulu dan berkembang hingga jaman modern saat penggabungan Kwan2/Perguruan2 yang ada saat itu menjadi satu nama, yakni Taekwondo yg kita kenal sekarang ini
http://www.kaskus.us/showpost.php?p=…postcount=6734

Pihak Taekwon-do memandang Taekwon-do sebagai beladiri yg diciptakan oleh General Choi Hong Hi dan beranggapan diluar itu bukanlah Taekwon-do

Dua2nya menurut saya sah2 saja dan ada benarnya karena memang penilaiannya berdasarkan perspektif yg berbeda

Dua2nya bagus punya kelebihan dan kekurangannya masing2. Sekarang ini sudah mengembangkan teknik2(khususnya jurus) berbeda walaupun masih mirip2. Beda juga aturan pertandingannya.

Materi latihan dalam Taekwondo secara garis besar dibagi menjadi 4 aspek, 1 aspek kesehatan, 2 aspek pendidikan, 3 aspek beladiri dan 4 aspek kompetisi dan yang terbaru ada aspek Hiburan/entertainment

Khusus untuk mengembangkan aspek olahraga beladiri Taekwondo di dunia international luar Korea didirikan organisasi berbentuk Federation yaitu “World Taekwondo Federation/WTF” yg tugas dan wewenangnya berhubungan dengan event kejuaraan Takwondo didunia baik itu lomba kyorugi dan lomba Poomsae yg sekarang mulai sering diadakan di Indonesia.
Untuk teknik2 sparring Taekwondo kompetisi, teknik2 tendangan memang sangat dominan dipakai sesuai dengan aturan penilaian dalam pertandingan yang berlaku.
Pertandingan WTF style sudah menjadi cabang yg dipertandingkan dan diakui di Olympiade, Asean Games dan Sea Games.

Khusus untuk mengatur masalah teknik beladiri, pengeluaran sertifikat dan penataran pelatih Taekwondo yg berhubungan dengan aspek beladiri dan pendidikan Organisasi Taekwondo yang berwenang adalah Kukkiwon. Untuk aspek beladiri ini selain teknik tendangan juga diajarkan teknik2 menggunakan bagian tubuh lain utk keperluan beladiri praktis, bisa berupa pukulan, tangkisan, tangkapan, kuncian, patahan dll. Di Kukkiwon juga ada bagian penelitian dan pengembangan Taekwondo yaitu TERC yang terus menerus meneliti dan melakukan pengembangan dan penyempurnaan teknik2 Taekwondo sehingga sampai saat ini.

Selain 2 organisasi tadi di Korea tetap ada organisasi yg mengurus persatuan dan perkembangan Taekwondo di Korea yaitu Korea Taekwondo Association/ KTA yang beranggotakan Kwan2 awal yang ada di Korea yang dulu menggabungkan perguruan dan beladirinya masing-masing menjadi Taekwondo

ketiganya merupakan organisasi Taekwondo yg diakui pemerintahan Korea Selatan untuk mengembangkan beladiri nasional Korea Taekwondo yang merupakan salah satu warisan budaya nasional Korea

Jurusnya urutannya beda dan teknik pengambilannya juga ada beberapa perbedaan. kalau jurus Taekwondo disebut Poomsae, di Taekwon-do ITF jurusnya disebut Tul.

Contohnya posisi kuda2 depan panjang Taekwondo lebarnya hanya selebar telapak kaki lebih pendek lebarnya dibanding saudaranya. Kalau gerakan teknik Taekwon-do ITF ada ciri khas Sine Wavenya utk eksekusi tekniknya berbeda dengan versi Taekwondo yg eksekusi tekniknya langsung.

Poomsae resmi yg diakui Kukkiwon itu yg dikenal luas Taeguk ada 8 jurus, ada juga Palgwe yg terdiri dari 8 jurus juga utk tingkatan Geup. Selanjutnya Poomsae untuk penyandang tingkatan Dan dari Koryo, Keumgang, Taebek, Pyongwon, Sipjin, Jitae, Changkwon, Hansu dan Ilyo. Masing2 jurus tadi memiliki filosofi dan ajaran moralnya masing2. Diluar Poomsae tadi ada juga Dojang2 yg masih mengajarkan jurus2 tradisional diluar yg saya sebutkan tadi, dan berkembang juga Jurus2 baru yg banyak dikenal dengan Creative Poomsae

Di Indonesia Taekwondo dan Taekwon-do telah disatukan menjadi satu “Taekwondo Indonesia” lewat Munas tahun 1984 dipimpin oleh Bapak Sarwo Edhi dan masing2 organisasi mewakilkan masing2 13 orang tokohnya sebagai senior Taekwondo Indonsia, sehingga semenjak itu peraturan pertandingan dan materi latihan Taekwondo yang ada di Indonesia mulai mengacu pada aturan Taekwondo dari Korea Selatan, Semenjak itu Taekwondo diakui KONI dan dipertandingkan resmi secara nasional dan dapat mengirimkan wakil-wakil terbaiknya ke ajang international seperti Sea Games, Asean Games dan Olimpiade

Seiring perkembangan waktu, saat ini Taekwon-do ITFpun mulai berdiri dan mengembangkan organisasinya kembali di Indonesia
ITF = International Taekwon-do Federation,

THX TO REDAKSI SETITIKDEBU (KASKUS )

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

EVENT FROM FORUM KASKUS


Acara kegiatan Taekwondo
1. Gathering dan latihan bersama Taekwondo Indonesia KTF dan groub FB TI
Gathering Taekwondo Indonesia “We Are Family”

Tanggal 3 Desember 2011, di Unika Atma Jaya, jam 16.00-19.00
Terbuka untuk semua Taekwondoin, untuk menjalin silaturahmi, saling berbagi ilmu dan wawasan dalam semangat persaudaraan

2. “Surabaya Taekwondo Festival 2011”
Pameran Taekwondo Pertama di Surabaya, supported by BG Junction
tanggal 6-8 Desember 2011, jam 15.00-21.00 di BG Junction lantai LG
Dimeriahkan oleh:
Team PraPON Maluku Utara
Team Puslatcab Taekwondo Kota Surabaya
Xtreme Taekwondo Club
Club Taekwondo Tornado, Zhien-Do dan Mapan
UKM Taekwondo Unair, ITS dan IAIN Sunan Ampel, dll

Jadwal pertandingan Taekwondo Nasional & International

1. PRA PON kejurnas senior Taekwondo
16-18 Desember di Pekanbaru Riau

2. “JWP Cup II Pre-Junior and Junior Taekwondo Open Championship 2011”
Diselenggarakan pada tgl 22-23 Desember 2011 di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brojonegoro (GMSB) Kuningan – Jakarta.
Menangkan Total hadiah mencapai 10 juta Rupiah.
Download proposalnya sekarang, klik http://bit.ly/rMSLiO atau dapat juga diambil di MAESTRO Sports : Jl. Raya Kebayoran Lama No. 42 A.
Info lebih lanjut hub :
085693900041 ( Oktaviani Ch )
08561783475 ( Danang )
085780552882 ( Budi Rachman )
Email: jwpdojang@yahoo.com

3. Kejuaraan Kyorugi dan Poomsae JTF 5 Tahun 2012
Tanggal 21-22 Januari 2012 di Gedung POPKI Cibubur Jakarta Timur.
Pendaftaran Hubungi:
Master Yefi Triaji 081386974360

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

KETUA UMUM PBTI


Mayjen TNI Marciano Norman Terpilih Menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia

Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta Mayor Jenderal TNI Marciano Norman terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) periode tahun 2011 – 2015 pada acara pemilihan Ketua Umum dalam Musyawarah Nasional VII Taekwondo bertempat di Hotel Orchaid Kemayoran Jakarta Pusat . Sabtu (26/2).

Musyawarah Nasional VII Taekwondo Indonesia diselenggarakan dalam rangka pemilihan Ketua Umum yang baru , karena Ketua Umum periode yang lama telah habis masa jabatannya. Mayor Jenderal TNI Marciano Norman yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia menggantikan Letnan Jenderal TNI (Purn) Erwin Sudjono,SH. Musyawarah Nasional ini diikuti oleh 33 pengurus Taekwondo tingkat provinsi seluruh Indonesia dan berlangsung selama 2 (dua) hari. Dalam Munas ini dari tiap-tiap pengurus daerah telah menyepakati 2 (dua) kandidat yaitu Letnan Jenderal TNI (Purn) Erwin Sudjono,SH dan Mayor Jenderal TNI Marciano Norman sebagai calon Ketua Umum. Saat pimpinan sidang pemilihan Ketua Umum akan dimulai, Letnan Jenderal TNI (Purn) Erwin Sudjono mengundurkan diri untuk mengikuti pemilihan jabatan Ketua Umum dengan demikian dalam sidang pemilihan Ketua Umum tersebut Mayor Jenderal TNI Marciano Norman secara aklamasi oleh 33 pengurus tingkat provinsi terpilih untuk menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) periode tahun 2011 – 2015.

Mayor Jenderal TNI Marciano Norman yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) adalah lulusan Akabri tahun 1978 dan sebelum menjabat Panglima Kodam Jaya/Jayakarta pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres).

Dalam Musyawarah Nasional tersebut juga menyelenggarakan dan membentuk tim formatur yang akan bekerja selama kurang lebih satu bulan kedepan untuk menyusun kepengurusan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) periode tahun 2011 – 2015.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Naik Tangga Alternatif Olahraga


Naik tangga merupakan salah satu jenis kegiatan fisik yang juga mempunyai dampak yang positif terhadap kesehatan tubuh. Ditengah padatnya jadwal sehari-hari baik itu sekolah,kuliah atau pun juga bekerja, naik tangga dan tidak menggunakan eskalator atau juga lift dapat menjadi alternatif olahraga yang murah namun dapat menyehatkan badan, menyegarkan pikiran serta akan memberikan manfaat bagi kesehatan jantung.

Dalam tiap menitnya, aktivitas naik tangga diperkirakan akan mengkonsumsi energi (membakar kalori) sebanyak 8-11 kkal. Nilai ini merupakan nilai yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan aktivitas olahraga dengan intensitas sedang seperti tenis, badminton, sepakbola atau juga basket yang mengkonsumsi energi sebanyak 7-9 kkal per menitnya. Menurut penelitan yang dilakukan oleh American Council on Exercise aktivitas naik tangga yang dilakukan selama 30 menit adalah sama dengan melakukan olahraga bersepeda pada kecepatan 19-22 km per jam.

Karena tidak harus dilakukan langsung pada periode waktu yang panjang, maka aktivitas naik tangga secara rutin yang terakumulasi dalam tiap hari tanpa tersadar dapat memberikan kontribusi terhadap aktivitas fisik yang secara ideal direkomendasikan untuk dilakukan sekurangnya 30 menit per-harinya. Hal ini mungkin akan menjadi sangat berguna serta juga memberikan manfaat positif bagi para pekerja kantor yang biasanya berada pada kondisi ‘kurang aktif’ karena rutinitas kesehariannya menuntut untuk terus duduk.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan jantung, aktivitas naik tangga yang dilakukan secara rutin tiap harinya juga dapat meningkatkan kapasitas aerobik tubuh yang juga meningkatkan kapasitas VO2 Max. Selain itu naik tangga secara rutin tiap harinya juga dapat menurunkan kadar ‘kolesterol jahat’ yaitu kolesterol LDL (low density lipoprotein) yang berfungsi untuk membawa kolesterol dari dalam hati menuju sel-sel tubuh.(kbl)

Ref:
1.J of Sports Sci and Med (2007) 6, 448- 45
2.Bri J of Sports Med 2005;39:590-593
3.Business Week Mag.13 Maret 2006

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Antioksidan cegah kerusakan otot


Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk ‘menjinakan’ radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh. Antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, selenium, beta-karoten, folate, dan phenols yang terkandung di dalam berbagai macam buah-buah, kacang-kacangan dan sayur sayuran juga bermanfaat untuk mencegah berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas seperti seperti kanker, penyakit jantung dan alzheimer.

Radikal bebas secara alami terbentuk di dalam tubuh karena merupakan produk samping hasil proses metabolisme energi. Tubuh mempunyai sistem imunitas alami untuk mengatasi radikal bebas, namun tubuh juga membutuhkan tambahan asupan antioksidan untuk mengatasi peningkatan jumlah radikal bebas yang dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti kualitas lingkungan udara yang buruk (asap rorok, polusi udara, asap kendaraan bermotor), sinar UV, kondisi stress atau juga akibat dari peningkatan jumlah molekul oksigen oleh karena peningkatan metabolisme energi saat berolahraga.

Lebih lengkap tentang olahraga & peningkatan molekul oksigen

Kesehatan jaringan otot
Bagi atlet dan penggiat olahraga yang mempunyai aktivitas fisik tinggi, khususnya untuk yang menggeluti cabang olahraga yang dominan mengunakan kontraksi otot yang kuat, konsumsi antioksidan selain berguna bagi kesehatan tubuh juga bermanfaat untuk mencegah dan mengurangi rasa nyeri, kaku dan juga kerusakan pada jaringan otot yang dapat dipicu oleh akumulasi radikal bebas akibat dari adanya peningkatan proses metabolisme energi saat latihan
olahraga.

Beberapa studi menunjukan konsumsi rutin antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, selenium, betakaroten dan polifenol yang diberikan secara rutin selama periode latihan dapat membantu untuk mengurangi kerusakan di jaringan otot sehingga juga membantu untuk mempercepat waktu pemulihan (recovery) setelah latihan olahraga yang berat.

Studi oleh Jiniel Nie & Hua Lin pada tahun 2004, menunjukan suplementasi vitamin C yang diberikan kepada atlet terlatih sebanyak 800 mg pada tiga jam sebelum latihan olahraga berat dan 24 jam setelahnya mampu mengurangi dampak kerusakan pada jaringan otot. Studi oleh Navarro dkk yang dilakukan pada tahun 2000 menunjukan atlet profesional di liga bola basket Spanyol yang diberikan konsumsi antioksidan berupa 1000 mg vitamin C atau 800 mg betakaroten selama 32 hari dalam masa latihan rutin mempunyai tingkat kerusakan jaringan otot akibat radikal bebas yang lebih rendah dibandingkan atlet yang tidak diberikan konsumsi antioksidan. Serta studi oleh Rokitzi di tahun 2003, menunjukan suplementasi vit E yang diberikan terhadap atlet balap sepeda mampu memberikan perlindungan terhadap kerusakan otot akibat serangan radikal bebas.

Buah-buahan, sayuran dan makanan sumber antioksidan
Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik dari makanan, sayuran dan buahbuahan atau juga melalui suplemen. Produk suplemen umumnya mengandung kombinasi zat antioksidan yang cukup lengkap seperti vitamin C, vitamin E, selenium, karotenoid dan juga flavanoid dalam komposisinya. Hanya saja sumber antioksidan alami dari buah-buahan atau sayuran mempunyai kelebihan karena lebih kaya akan fitokimia, yaitu senyawa yang bermanfaat
untuk mencegah kanker dan juga penyakit jantung.

Cara termudah untuk mengatahui buah-buahan atau sayuran yang mengandung antioksidan tinggi adalah berdasarkan warna, semakin berwarna maka semakin tinggi kandungan antioksidannya. Sebagai pedoman sederhana untuk memilih sumber antioksidan, pilihlah buahbuahan dan juga sayuran yang berwarna merah, kuning, biru,hijau dan orange,

Antioksidan

Vitamin C :
jeruk, tomat, strawberry ,blueberry, brokoli. lada, kentang rebus
Vitamin E :
alpukat, minyak ikan, minyak jagung, kacang-kacangan
Karotenoids dan Flavanoid :
wortel, sayur bayem, lada merah, bawang putih, teh,kopi, mangga, tomat ,semangka dan buahbuahan
berwarna merah lainnya
Mineral (selenium, tembaga, mangan, zinc) :
roti gandum, daging, hati, kacang-kacangan, roti, sereal, pasta, telur,
Bahan makanan mengandung fitokimia bahan anti kanker & bermanfaat bagi kesehatan
jantung :
wortel, lada merah,lada hijau, sayur bayam, bawang bombay, bawang putih, brokoli, daun kol,
bunga kol, sayuran berwarna merah dan hijau, mangga, tomat, semangka, anggur, buah ceri,
strawberry, apel dan buah berwarna merah lainnya. (kbl)

Ref
1.Essential of Sports Nutrition.2nd edition.John Wiley & Sons.2002
2.Food Chemistry.3rd edition.Springer.2004
3.Am J Clin Nutr. 72 (Suppl) : 637S-46S, 2000
4.J of the Int Soc of Sports Nut.3:37-44, 2006
5.J of Exerc Sci & Fitness.2(2) : 94-98, 2004
6.J.Sports Sci. 15(3) : 353-63, 1997
7.J. of Sports Sci and Med. 8, 468 480, 2009
8.Nutrition.17 (10) 804-14, 2001
9.Int J Sports Med.21(2) ; 146-50, 2000
10.Int J Sport Nutrition Exerc Metabolism .11(4) 466-81, 2001

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Strategi Nutrisi Pada Jadwal Padat


Saat mengikuti ajang pertandingan dengan jadwal yang padat seperti dalam ajang PON, Sea Games, Olimpiade ataupun kejuaraan-kejuaraan lainya, selain waktu recovery yang cukup terdapat dua hal yang harus diperhatikan oleh seorang atlet agar performanya tetap prima yaitu menjaga simpanan karbohidrat tubuh agar ketersediaan energi dapat dipertahankan dan menjaga ketersediaan air atau menjaga tingkat hidrasi di dalam tubuh agar proses-proses kimia , proses metabolisme dan proses pengaturan panas (thermoregulasi) di dalam tubuh dapat berjalan dengan sempurna.

1.Menjaga ketersediaan air.

55-65% dari tubuh manusia terdiri dari air. Hal tersebut menyebabkan tingkat ketersediaan air di dalam tubuh menjadi salah satu faktor utama yang ikut menjaga performa tubuh. Kurangnya disiplin dalam mengkonsumsi cairan secara rutin sehingga menyebabkan rendahnya tingkat hidrasi tubuh dapat menyebabkan performa saat bertanding menjadi tidak optimal.

Atlet yang memulai pertandingan dengan tingkat hidrasi tubuh akan mempunyai performa dan daya tahan tubuh yang lebih baik jika di bandingkan dengan atlet dengan tingkat hidrasi yang rendah.

-Sebelum Pertandingan / Waktu Antar Pertandingan

Secara umum konsumsi cairan yang dianjurkan untuk menjaga tingkat hidrasi yang baik di dalam tubuh adalah sekitar 1.5 – 2 L tiap harinya. Namun atlet dengan tingkat aktivitas fisik yang tinggi membutuhkan konsumsi cairan yang sedikit lebih besar namun diharapkan tetap sesuai dengan kebutuhannya. (atlet sepakbola atau bulutangkis mungkin membutuhkan konsumsi yang lebih tinggi jika dibandingan dengan atlet bowling atau senam).

Tingkat hidrasi yang baik di dalam tubuh secara sederhana dapat diketahui melalui indikator warna urin. Warna urin yang cerah dengan volume urin yang cukup banyak menandakan tingkat hidrasi yang baik di dalam tubuh, dan warna urin yang keruh / gelap dengan volume urin yang kecil menandakan tingkat hidrasi yang rendah atau dapat dikatakan tubuh berada dalam kondisi dehidrasi.

-Saat Pertandingan

Menjaga tingkat hidrasi di dalam tubuh pada saat pertandingan merupakan hal penting harus dilakukan oleh atlet. Atlet diharapkan untuk mengkonsumsi cairan secara rutin untuk menghindari terjadinya dehidrasi akibat dari jumlah cairan yang keluar melalui keringat lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah konsumsi cairan. Berkurangnya cairan dari dalam tubuh melebihi 2% dapat menurunkan performa olahraga hingga lebih dari 15%. Beberapa faktor yang menyebabkan dehidrasi dapat menurunkan performa olahraga antara lain adalah:

– Semakin berkurangnya jumlah volume darah yang bersirkulasi.
– Terhambatnya laju pengeluaran panas tubuh
– Keluarnya keringat menjadi terganggu.
– Terjadinya peningkatan suhu tubuh.
– Pengunaan sumber energi tubuh (glikogen otot) yang semakin meningkat.

Konsumsi cairan pada saat pertandingan dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi secara rutin dengan volume cairan yang sedikit atau disebut juga sipping strategies (misal: konsumsi tiap 10 menit untuk 1-2 teguk cairan). Secara ideal konsumsi cairan diharapkan mampu untuk mengimbangi laju cairan yang keluar melalui keringat dan konsumsi cairan sebanyak 200-300 ml tiap 10-20 menit. selama olahraga berlangsung disebutkan dapat untuk memenuhi hal tersebut.

-Sesudah Pertandingan

Tingkat kebutuhan konsumsi cairan pada saat sesudah pertandingan dapat diketahui dengan melakukan penimbangan berat badan pada saat sebelum dan sesudah pertandingan berlangsung. Selisih dari berat badan tersebut kemudian dikalikan dengan 1-1.5 L untuk mengetahui tingkat kebutuhan konsumsi cairan.

Berat sebelum bertanding = 72 kg
Berat sesudah bertanding = 71.5 kg
______________________________-
Selisih = 0.5 kg
Kebutuhan konsumsi cairan
setelah pertandingan = 0.5 kg X ( 1-1.5 L)
= 0.5 – 0.75 L = 2 – 3 gelas*
*asumsi 1 gelas = 250 ml

2.Menjaga Ketersediaan Energi

Karbohidrat merupakan nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung aktifitas fisik. Simpanannya di dalam tubuh dalam bentuk glikogen otot, glikogen hati dan glukosa darah merupakan faktor utama yang menentukan kapasitas performa tubuh saat berolahraga. Atlet yang memulai latihan/pertandingan dengan simpanan karbohidrat yang tinggi memilki daya tahan serta performa yang lebih baik jika dibandingkan atlet dengan simpanan karbohidrat rendah.

Tergantung terhadap tingkat intesitas latihan/pertandinganya, secara ideal atlet diharapkan untuk mengkonsumsi karbohidrat sebanyak 5-12 gram per kg berat badan tiap harinya. Namun untuk jadwal antar pertandingan yang padat beberapa strategi dapat digunakan untuk tetap membantu menjaga ketersediaan energi di dalam tubuh

-Pada saat sebelum latihan/pertandingan

Atlet diharapkan untuk memanfaatkan waktu antar makan besar untuk menambah asupan energi dengan mengkonsumsi karbohidrat dengan jumlah yang kecil (snacking). Konsumsi karbohidrat dalam bentuk cair maupun padat antar makan besar ini dapat membantu untuk menjaga level glukosa darah dan juga meningkatkan simpanan glikogen otot.

-Pada saat latihan/pertandingan.

Konsumsi karbohidrat pada saat berolahraga dapat memberikan beberapa manfaat positif terhadap performa antara lain untuk :

-Menjaga level glukosa darah sehingga energi tetap tersedia.
-Membantu memasok energi dari luar tubuh (exogenous oxidation).
-Menghemat pemakaian gikogen otot sebagai sumber energi.
-Menunda terjadinya kelelahan.
-Meningkatkan performa olahraga.

Karbohidrat dalam bentuk padat dan cair dapat menjadi pilihan. Namun bagi yang tidak terbiasa dan untuk menghindari gangguan pada sistem pencernaan, karbohidrat cair dapat menjadi pilihan yang baik karena secara simultan juga akan memenuhi kebutuhan cairan. Beberapa alternatif jenis cairan yang dapat menjadi pilihan antara lain adalah : jus buah-buahan yang diencerkan, minuman olahraga atau air putih yang ditambahkan gula pasir atau jenis karbohidrat lainnya.

Untuk menetralisir rasa yang ditimbulkan di mulut dari cairan yang mengandung karbohidrat, bagi yang tidak terbiasa, strategi one-two sipping dapat digunakan yaitu satu teguk minuman berkarbohidrat dan dua teguk air putih.

-Setelah Pertandingan

Interval waktu kurang dari 2 jam setelah selesainya kegiatan olahraga merupakan waktu yang tepat untuk mengembalikan simpanan energi tubuh yang terpakai dengan laju yang cepat. Pada interval ini, konsumsi nutrisi karbohidrat dengan nilai GI (glycemic index) tinggi merupakan konsumsi yang ideal. Dengan besarnya konsumsi sekitar 1.5 gr karbohidrat per kg berat badan (sekitar 100 gram untuk atlet dengan barat badan 65 kg) atau juga sekitar 50 gram tiap jamnya sebelum makan besar diharapkan kebutuhan pengembalian energi dapat terpenuhi.

Kebutuhan karbohidrat ini juga dapat dipenuhi melalui konsumsi cairan yang telah ditambahkan karbohidrat dengan konsumsi sebesar 1-1.5 L untuk tiap berkurangnya 1 kg berat badan (4-6 gelas). Konsumsi karbohidrat dalam bentuk padat dan cair ini dapat mengembalikan simpanan energi secara cepat sehingga proses recovery menjadi lebih singkat dan tubuh menjadi lebih siap untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

Ref:
1.Journal of Athletic Training. 35(2):212–224. 2000
2.Journal of Applied Physiology 75: 1019-1023, 1993.
3.Medicine & Science in Sports & Exercise. 2000
4.Ultimate carbohydrate Counter.Pocket Books.2005
5.Advanced Sports Nutrition.Human Kinetics.2003

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar